Asal Mula Mantra Karmapa Chenno


 

Latihan terpenting dalam Buddhisme Tibet adalah guru yoga, meditasi dan mantra [devosi] pada pimpinan spiritual dan guru silsilah, yang dipandang sebagai Buddha hidup, perwujudan tiga tubuh [Tri Kaya] dan 10 Bhumi. Dalam tradisi Kagyu, Pimpinan Lama adalah Gyalwa Karmapa dan mantranya adalah Karmapa Chenno, Diyakini suara dari mantra ini secara langsung berhubungan dengan pikiran pencerahan Yang Maha Suci Karmapa serta mempunyai kualitas-kualitas pencerahan serta memberi pertolongan ketika hal tersebut mendesak demi kebaikan sang murid.

Disini saya ingin membagi kisah kepada Anda tentang asal mula mantra Karmapa Chenno. Mantra Karmapa bermula pada masa Karmapa ke-8 Mikyo Dorje (1507-1554) dalam hubungannya dengan ajaran “Memanggil Lama dari jauh

Karmapa Chenno” secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai “Perwujudan welas asih semua Buddha,[mohon] perhatikanlah saya.” Di Tibet tengah, Sikkim dan Bhutan, dilafalkan “Karmapa Kyen-no” Di Tibet Timur, dilafalkan “Karmapa Chenno”. Di Negara-negara barat, pelafalan yang yang paling tersebar luas adalah Karmapa Chenno dan hal tersebut dipandang sebagai yang benar.
Satu hari, pada abad ke-16, kepala rumah tangga nomaden di daerah terpencil, Tibet Utara meninggal. Di wilayah tak berpenghuni tersebut jarang ditemukan vihara dan para lama untuk melakukan upacara pemakaman Buddhis, maka sanak keluarganya bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Kemudian mereka melihat seorang pengembara compang-cambing berjalan kaki yang mana nampak seolah-olah yogi keliling atau pengemis, sehingga mereka pergi untuk menanyakan. Pengemis itu ternyata dan faktanya adalah seorang Lama. Keluarga duka memohon pelayanannya untuk Almarhum, sang Lama memenuhinya.

Ketika sampai di ranjang jenazah dan memulai ritualnya, keluarga duka dengan penuh hormat memohon Lama untuk melakukan Phowa (memindahkan kesadaran ke alam-alam yang lebih tinggi). Sang Lama mengatakan, Saya hanya seorang yang miskin, tidak terpelajar dalam praktik ajaran-ajaran Buddha, saya belum menguasai praktik esoterik. Namun saya mempunyai satu kualitas positif, keyakinan tak terbatas pada Buddha Hidup, bernama Lama Karmapa. Beliau seperti Gerbang Agung menuju Dewachen ( Tanah suci transenden Buddha Amitabha). Nama beliau adalah kunci ajaib untuk spiritualitas yang luar biasa.
Lalu lama tersebut mulai menjapa lagi dan lagi mantra penuh daya “”Karmapa Khyenno!” “Karmapa Khyenno, Karmapa Khyenno,” Ia lagukan dengan nyaring, lagi dan lagi.

Setelah tiap menyelesaikan penjapaan 1 mala mantra (108x), ia kemudian memukulkan malanya ke jenasah, dengan disertai ucapan dengan nada tinggi, “di dalam nama Buddha Karmapa, arwah Almarhum terlahir di Dewachen”.
Setelah beberapa kali, semua orang melihat munculnya tanda-tanda keberhasilan pemindahan kesadaran. Rambut jatuh dari atas kepala jenazah, muncul bau yang menyenangkan di udara, dan sebuah tonjolan besar muncul di mahkota [kepala] dimana kesadaran halus almarhum berangkat menuju ke dunia lain.

Semua orang yang hadir bersuka cita, disertai rasa syukur penuh terima kasih kepada Lama. Semua mulai yakin sepenuhnya untuk melatih mantra Karmapa, berdoa untuk merealisasikan pembebasan agung dan berkah Dewachen dalam setiap kehidupan.
Lama pengembara segera melanjutkan perjalanannya. Satu hari ia mendengar Yang Maha Mengetahui Karmapa mengunjungi Tibet Selatan. Maka ia memutuskan pergi dan menemui Beliau serta memberi penghormatan.
Setelah mencapai tujuannya, hal pertama yang Karmapa katakan kepadanya adalah: itu adalah sebuah Phowa sulit yang kami lakukan di utara, bukan? Karmapa tertawa, sambil memukul mala nya ke lama yang lain.
Selanjutnya Lama mengetahui dengan kepastian yang tak tergoyahkan bahwa Karmapa adalah seorang Buddha Hidup yang Maha Mengetahui, yang selalu menjaga murid-murid Beliau, dimanapun mereka, di dalam hati dan pikiran Beliau.

Sejak saat itu Karmapa Chenno adalah mantra yang paling penting untuk memohon kualitas-kualitas dan kekuatan-kekuatan pencerahan dari semua Buddha dan Bodhisatva. Karmapa adalah perwujudan tiga permata perlindungan, Buddha, Dharma, dan Sangha untuk murid-murid Beliau. Inilah kisah asal mula mantra Karmapa yang saya dengar.

Sumber: http://the17thkarmapa.blogspot.tw/2013/06/origin-of-mantra-karmapa-chenno.html