Torma


torma
 

 

Torma adalah persembahan yang kebanyakan terbuat dari tepung dan mentega; digunakan dalam ritual-ritual Tantra atau sebagai persembahan-persembahan dalam Buddhisme Tibet. Keduanya dapat dicelup dalam berbagai warna, sering dengan warna putih atau merah untuk badan utama Torma. Keduanya dibuat dalam bentuk tertentu berdasarkan tujuannya, biasanya dalam bentuk mengerucut. Sebuah ukuran sangat besar, Torma tempat suci utama dapat didirikan untuk festival, meski pada umumnya berukuran kecil dan ditempatkan langsung di altar, di piring, terpasang pada kulit atau digelar pada landasan khusus seperti pada sebuah tengkorak. Tradisi menggunakan persembahan makanan sudah ada sebelum masa Buddhisme di Tibet, meski persembahan makanan Tradisional India – yang disebut bali atau balingha dalam bahasa sansekerta berbentuk datar; bukan berbentuk kerucut.
Istilah Tibetnya berasal dari akar kata gtor-ba yang artinya “membuang, putus atau tercerai berai”. Ini menyiratkan pada sebuah arti dari persembahan dan melepaskan atau tanpa kemelekatan.
Torma mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Beberapa dibuat dan ditempatkan pada tempat suci untuk upacara atau untuk mewakili para istadevata. Lainnya digunakan untuk praktik perjamuan dan dikonsumsi oleh para praktisi selama latihan tersebut. Adapula yang dibuat untuk menenteramkan makhluk-maklhluk di alam rendah, mengumpulkan pahala kebajikan, atau menyingkirkan halangan-halangan. Kebanyakan dibuat dari tepung gandum dan mentega, namun secara tradisional; bahan-bahan lainnya seperti telur, susu, gula, madu dan bahkan daging dapat dimasukkan tergantung pada tujuan torma tersebut.

 

Torma Istadevata

Torma Istadevata (rten gtor) ditempatkan di tempat suci, dan mewakili istadevata Tantra tertentu. Torma ini bervariasi kerumitannya mulai dari yang sangat sederhana dicat putih untuk istadevata berwajah damai seperti Tara dan Avalokitesvara; dengan desain yang sangat kompleks untuk istadewata yang bermajah semi murka seperti Vajrayogini dan Chakrasamvara.

 

Torma Makanan

Torma makanan (Skang gtor) digunakan dalam latihan perjamuan dan dikonsumsi sebagian oleh praktisi selama perjamuan, dengan sisanya (gtor Dme)dipersembahkan kepada makhluk yang lebih rendah setelah diberkahi. Dalam beberapa tradisi, torma-torma makanan saat ini dibuat dengan bahan-bahan yang lebih modern sementara yang lain tetap setia pada tradisi tepung gandum.

 

Torma Persembahan

Persembahan berbagai torma dapat dibuat untuk dipersembahkan kepada Istadevata (sgrub gtor/mchod gtor), untuk para pelindung Dharma,untuk makhluk-makhluk penganggu, atau makhluk yang lebih rendah lainnya. Torma untuk makhluk-makhluk penganggu disebut gektor.

 

Torma obat

Sebuah torma dapat digunakan dalam pengobatan Tibet untuk mencabut penyakit dari pasien sebagai penyembuhannya. Torma tersebut kemudian dibuang.

 

Torma Perampung

Sebuah torma perampung (gta’tor) dapat dipakai untuk mempercepat perampungan aktivitas, dengan maksud mempersembahkan torma saat penyempurnaan aktivitas sehingga mendorong berhasilnya aktivitas tersebut.

 

Torma bagian dalam, rahasia dan sangat rahasia

Berlatih meditasi dengan memvisualisasikan istadevata dianggap sebagai bentuk persembahan torma, meskipun tanpa ada torma fisik yang dibuat dan dipersembahkan. Demikian pula, persembahan emosi internal dan pengalaman mental serta pengalaman langsung atas kedemikianan adalah bentuk non fisik dari persembahan-persembahan torma.

 

 

Dari –Robert Beer, “Handbook of Tibetan Buddhist Symbols,” 2003

Sumber :
https://www.facebook.com/Karma.Triyana.Dharmachakra/photos/pb.100721590045439.-2207520000.1416806233./678457955605130/?type=3&theater