Vajra dan Gantha


Bagi sebagian orang yang baru mengenal atau baru mulai berlatih Vajrayana,berbagai simbol yang digunakan dalam berbagai ritual Buddhisme vajrayana bisa sangat membingungkan. Namun sebenarnya, simbol-simbol ini bertujuan membantu transformasi pikiran dan latihan kita.

Untuk dapat memperoleh kemajuan dalam praktek latihan, kita harus benar memahami makna dari simbol-simbol tersebut. Dari sekian banyak alat dan simbol yang digunakan dalam ritual Vajrayana, Vajra dan Gantha adalah hal simbol yang paling sering kita jumpai.

VAJRA

Vajra adalah simbol yang sangat penting dalam Buddhisme Tantrayana, bahkan Tantrayana sering disebut sebagai Vajrayana atau kendaraan Vajra. Vajra mungkin merupakan semacam senjata dan tongkat kerajaan, mungkin pula awalnya berasal dari trisula dan tongkat pengemis. Vajra melambangkan sesuatu yang tak terhancurkan, karena itu Vajra terkadang disamakan dengan intan berlian.

Berikut adalah kutipan ringkasan makna simbolis mengenai Vajra dan Gantha dari buku “The Encyclopedia of Tibetan Symbols and Motifs” oleh Robert Beer.

Di tengah vajra terdapat bulatan pipih yang mewakili dharmata sebagai ‘lingkaran realitas yang aktual’. Bulatan  ini disegel oleh suku kata HUM, dimana ketiga komponen suaranya mewakili kebebasan dari karma (Hetu), kebebasan dari pikiran konseptual (Uha) and semua Dharma yang tak berbatas (M).

Di kedua sisi bulatan tadi terdapat tiga cincin yang merupakan simbol dari kebahagiaan spontan dari sifat alami Buddha yaitu, tanpa ruang, tanpa ciri dan tanpa daya upaya. Di ketiga cincin di masing-masing sisi tersebut terdapat dua buah teratai dengan delapan kelopak.
Enam belas kelopak tersebut menggambarkan Enam Belas Jenis Kekosongan, makna lainnya adalah delapan kelopak teratai yang diatas mewakili delapan Boddhisatva dan delapan kelopak teratai dibawahnya mewakili delapan pasangan wanitanya.

Diatas dasar teratai terdapat rangkaian 3 cincin lainnya menyerupai mutiara, yang secara keseluruhan mewakili Enam Kesempurnaan yaitu Kesabaran, Kemurahan Hati, Kedisiplinan, Daya Upaya, Meditasi dan Kebijaksanaan.

Sebuah piringan bulan memahkotai tiap-tiap teratai, mewakili realisasi penuh dari Bodhicitta absolut dan relatif. Dari piringan bulan tersebut muncul lima  cabang runcing, yang membentuk bulatan atau menyilang. Empat bagian luar cabang tersebut melengkung kearahan dalam menuju pusat cabang, menyimbolkan empat agregat bentuk, perasaan, persepsi dan motivasi yang bergantung pada agregat kelima, yaitu kesadaran.

Lima cabang atas pada vajra mewakili kelima Buddha (Akshobhya, Vairochana, Ratnasambhava, Amitabha dan Amogasiddhi) dan kesatuan dengan lima kebijaksanaan, atribut dan kualitas mereka. Lima cabang bawahnya mewakili pasangan wanita dari Lima Buddha (Mamaki, Lochana, Vajradhatvishvari, Pandara dan Tara) dan kesatuannya dengan semua atribut dan kualitas mereka.

Lima Buddha dan pasangannya merupakan simbol penghapusan lima agregat kepribadian. Kesepuluh cabang secara keseluruhan merupakan simbol dari Sepuluh Kesempurnaan (enam kesempurnaan telah disebutkan sebelumnya, ditambah upaya terampil, aspirasi, kekuatan batin dan kesadaran murni); Sepuluh Bhumi atau tingkat realisasi Bodhisatva; dan sepuluh penjuru.

Tiap cabang luar muncul dari empat kepala Makara (raksasa laut). Keempat Makara melambangkan Empat Ketakterbatasan (welas asih, cinta, sukacita simpatik dan keseimbangan batin); Empat Pintu Pembebasan (Kekosongan, Ketiadaan ciri, Ketiadaan pengharapan, Tak berwujud); penaklukan empat Mara (emosi kekotoran batin, nafsu, kematian, kesombongan); Empat Aktifitas atau Karma; Empat elemen murni (udara, api, air, tanah); dan Empat Sukacita (sukacita, sukacita tertinggi, sukacita penghentian dan sukacita asal mula).

Ujung dari cabang pusat dapat berbentuk seperti piramida lonjong atau permata empat sisi, yang mewakili Gunung Meru sebagai pusat sumbu dari makro kosmos luar dan mikro kosmos dalam. Wajah kembar dari vajra yang simetris mewakili kesatuan kebenaran relatif dan mutlak.

Penjelasan diatas menggambarkan versi yang paling umum dari vajra lima cabang. Terdapat pula vajra satu cabang, tiga cabang, sembilan cabang, vajra ganda, dll, yang masing-masing mempunyai nilai simbolis luas sendiri.

 

 

holding_vajra_bell


GANTHA

Dalam ritual-ritual Tantra, Vajra biasanya dipegang di tangan kanan dan gantha di tangan kiri. Pada posisi ini, Vajra melambangkan metode, berkah dan aspek laki-laki, Gantha  melambangkan kebijaksanaan, kekosongan, aspek perempuan. Gantha secara keseluruhan melambangkan suara Dharma dan sering digunakan dalam ritual tantra sebagai persembahan suara.

Secara tradisional, bagian atas gantha biasanya berupa setengah vajra  (5 cabangnya  adalah lima bentuk kebijaksanaan mistik) dan di bawahnya terdapat wajah Vairocana-inkarnasi perwujudan dari kebenaran universal (Dharma). Di bahu gantha terdapat delapan kelopak bunga teratai dengan bija kata di dalamnya, Kelopak teratai melambangkan delapan Bodhisattva Agung dan bija-bija kata adalah pasangan mereka. Sebagaimana yang anda tahu sekarang, tiap-tiap detail dari sebuah gantha mempunyai makna simbolis yang kompleks. Keseluruhan bagian dari gantha bahkan dapat melambangkan suatu mandala yang lengkap.

Setiap kali seseorang memegang vajra dan gantha, orang tersebut sebaiknya berusaha untuk mengingat makna-makna simbolis ini dan secara bertahap membiasakan pikiran ini. Inilah gagasan utama di balik suatu meditasi.

 

 

 

Sumber :http://viewonbuddhism.org/tantra_symbols.html
Alih bahasa : Upa. Siddhiraja dan Upi. Jnanadevi