Alasan Untuk Berpartisipasi dalam Monlam


21 December 2007, alih bahasa dalam bahasa inggris oleh Ringu Tulku Rinpoche & Karma Choephel. Alih bahasa dalam bahasa Indonesia oleh Upa.Siddhiraja.

 

Ada banyak dari kita, yang mewakili banyak tradisi Dharma berbeda, berkumpul disini untuk menghadiri monlam di bawah naungan pohon Bodhi. Monlam dari silsilah praktik Dakpo dan Shangpa Kagyu yang tiada banding ini diselenggarakan oleh Kyabje Kalu Rinpoche. Kemudian Kyabje Bokar Rinpoche melanjutkan dengan dilandasi welas asihnya, dan kini adalah untuk ke-25 kalinya kita bisa mengadakan Monlam ini.

Jika kita berbicara tentang hal tersebut dalam istilah silsilah Kagyu, meski kita mungkin tidak melihat sebuah hasil yang besar dari Monlam, hasil yang telah diperoleh sudah cukup baik. Hasil tertinggi adalah semua makhluk akan dengan mudah mencapai tahap Kebudhaan yang maha tahu. Anda bisa menyebutnya untuk aktivitas ini atau tujuan dari silsilah ini. Jika kita berpikir dalam istilah-istilah ini, menyelenggarakan Monlam adalah bukan sesuatu hal yang menjangkau hasil akhir . Namun, saya memandang ini sebagai sebuah langkah besar menuju perdamaian dunia, keharmonisan dan kebahagiaan, Jadi bagi kita untuk berkumpul disini adalah sebuah keberuntungan baik yang luar biasa. Sulit untuk mengatakan apakah kita akan mempunyai keberuntungan baik untuk berkumpul disini lagi. Adalah jarang untuk mempunyai kesempatan berkumpul di Stupa Bodhgaya dibawah naungan pohon Bodhi. Di kesempatan yang menguntungkan ini, kita perlu untuk memahami bahwa itulah keberuntungan baik, dan adalah sangat penting kita melatih diri sehingga apapun yang kita himpun adalah tidak tercampur dengan kebanggaan egois dan kesombongan.

 

 

Umumnya, kita mengadakan monlam ini di tiap penghujung tahun, dan banyak orang datang kemari dari berbagai Negara untuk perpartisipasi. Selama setahun, kita semua melakukan banyak tindakan buruk, dan kita juga melakukan banyak aktivitas bajik. Jadi di penghujung tahun kita berkumpul di tempat suci ini disertai ketulusan serta penyesalan sepenuh hati terhadap apapun tindakan buruk yang telah kita lakukan. Jika kita merasa kita belum melakukan cukup kebajikan, kita bisa membulatkan [tekad] dengan melakukannya lebih banyak lagi. Saya rasa ini adalah sebuah kesempatan bagus bagi kita untuk menyelesaikan seluruh kebajikan yang telah kita himpun serta mempurifikasikan ketidak bajikan kita selama setahun.

Jika kita tidak mengakui semua kesalahan selama setahun dengan segera dan malah dengan ceroboh mengabaikannya, kita akan membawanya melewati tahun demi tahun hingga timbunan ketidak bajikan kita banyak tak terhingga. Kita tentu saja tidak melakukan hal tersebut. Kita mempunyai sebuah kesempatan baik sekarang, jadi saat ini kita harus mengakui semua tindakan tidak bajik yang telah dilakukan selama setahun, atau sila-sila yang telah kita langgar maupun berbagai komitmen lainnya dari tindakan keliru. Jika kita mengakuinya secara sungguh-sungguh dan dari dalam hati disini, di tempat suci Guru kita Shakyamuni membangkitkan pencerahan yang lengkap dan sempurna,menurut saya itu akan menjadi luar biasa ampuh.

Sama halnya, disini adalah tempat yang menakjubkan bagi kita untuk melakukan aktivitas-aktivitas baik dan menghimpun kebajikan. Anggota Sangha dalam jumlah besar dari berbagai tradisi yang berbeda berhimpun disini, jadi jika Anda ingin membuat persembahan untuk para lama atau Sangha, terdapat orang untuk diberikan persembahan. Demikian pula, banyak pengemis miskin dari berbagai daerah datang kesini dan berkumpul disekeliling stupa bagian luar. Dengan demikian jika Anda ingin bermurah hati kepada yang lemah, terdapat orang-orang untuk kemurahan hati anda juga. Semua jenis orang yang berbeda bagi Anda untuk dapat membuat persembahan-persembahan atau bermurah hati telah hadir bersama disini, yang membuat lokasi ini sebuah tempat sempurna untuk menghimpun kebajikan. Semua dalam kondisi yang tepat.

Tidak benar-benar diperlukan untuk menghimpun pahala kebajikan melalui tindakan-tindakan esternal tubuh dan ucapan Anda. Namun, semakin banyak pahala kebajikan Anda tercermin dalam cara Anda berhubungan dengan orang melalui tubuh dan ucapanmu, pengaruhnya semakin besar bagi diri anda. Menurut saya adalah sangat bermanfaat jika perbuatan-perbuatan bajik anda tidak hanya berupa benih dalam pikiran Anda namun menjadi tindakan tubuh dan ucapan Anda .

Ada banyak anggota sangha berkumpul disini. Kebanyakan dari kita hidup dalam disiplin biara. Mungkin ada juga banyak disini yang tidak hidup dalam disiplin biara namun hanya menggunakan jubah buddhis. Alasan kita semua memakai jubah merah dan datang bersama disini adalah untuk melihat bahwa terdapat banyak manfaat untuk menggunakan jubah merah.

Pada saat kita berkumpul disini, tidak diperkenankan untuk memikirkan tentang makanan dan pakaian – kita tidak butuh untuk memikirkan hal tersebut. kiranya, makanan dan pakaian adalah bagian kecil dan sementara dari kehidupan ini. Sebagai contoh, jika kita mempunyai makanan untuk satu hari, yang akan mengisi perut kita selama satu hari, namun itu tidak akan membantu kita apapun di hari berikutnya. Makanan dan pakaian memberi kita kebahagiaan sekilas, tidak dapat memberi kita kebahagiaan tertinggi. Jika kita dapat membawa ke sebuah kebahagiaan yang lebih besar yang 100x lebih kuat daripada kebahagiaan sekilas, hal tersebut malah lebih bermanfaat. Jika kita berpikir dari segi manfaat, ada kebahagiaan lebih besar, juga untuk kehidupan mendatang kita.

Percaya atau tidak tentang kehidupan mendatang, kita tidak dapat dengan pasti mengatakan bahwa hal itu tidak ada. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan kehidupan mendatang dengan hati-hati jikalau hal itu ada. Sebaliknya, jika kita meneruskan sebagaimana yang telah kita lakukan, kita tidak dapat mengetahui dimana kita akan berakhir dalam kehidupan kita berikutnya. Ini sebabnya kita perlu memulainya sekarang untuk terus mempersiapkan diri demi semua kehidupan masa depan kita.

 

Kita telah berkumpul di tempat suci ini dan memiliki kesempatan untuk mengadakan apa yang disebut monlam. Kita melafalkan banyak sabda-sabda Sang Buddha dan doa-doa yang digubah oleh guru-guru terdahulu. Kita seharusnya melakukan ini dalam kerangka berpikir yang tidak sama dengan pikiran kita pada umumnya. Sebisa mungkin, kita seharusnya memiliki motivasi-motivasi yang terbaik dan paling baik.

 

Biasanya kita mungkin merasa marah, sombong atau iri hati. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk hal ini, biasanya tiap individu tidak dapat selalu baik. Tapi itu akan menjadi sebuah kesalahan untuk hanya menyerah begitu saja. Kita harus memberikan kebajikan kita, sisi positif lebih memberi peluang untuk menang dan memberikan ketidak bajikan kita, sisi negatif kesempatan yang lebih sedikit sehingga akan terkalahkan. Disinilah kita harus memusatkan kekuatan kita.

 

Kita telah berkumpul disini untuk melakukannya. Jika kita mencari manfaat, telah ada manfaatnya. Tapi bukan hanya itu. Kita berpikir tentang membawa manfaat untuk seluruh makhluk, membantu mereka dan membebaskan mereka [dari penderitaan]. Kita berpikir tentang perdamaian dunia dan kebahagiaan. Seharusnya tidak perlu bagi kita untuk mengatakan betapa indahnya mengembangkan Bodhicitta sebagaimana halnya seluruh Para Buddha dan Bodhisatva, yang mengembangkan Bodhicitta demi manfaat tak terhitung makhluk dan terlibat dalam tindakan-tindakan yang luas.

Ketika kami para anggota Sangha mengikuti disiplin monastik atau disiplin dari Kagyu Monlam, ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Namun, hal terutama adalah berasal dari menyadari dengan sungguh-sungguh apa yang telah kita lakukan. Jika kita masih belum [menyadarinya], bahkan hal terkecil yang kita lakukanpun terlihat besar. Tetapi jika kita telah benar-benar menyadari hal tersebut, bahkan melakukan ratusan hal nampak sepele. Namun disini kita mempunya banyak aturan untuk Anda ikuti, dan terdapat banyak guru penegak disiplin disini. Ketika guru penegak disiplin mengawasi, Anda duduk tegap, ketika guru penegak disiplin berpaling, anda membungkuk. Ketika guru penegak disiplin menolehkan wajahnya ke arah yang lain, adalah tidak benar bagi Anda untuk berpikir tentang sesuatu lain yang bagimu barangkali perlu untuk dilakukan. Guru penegak disiplin ada untuk mengingatkan Anda melakukan apa yang mesti dilakukan. Sebenarnya, adalah lebih baik jika kita tidak membutuhkan guru-guru disiplin dan pikiran kita damai secara alamiah dan jinak. Mencapai kebahagiaan diri di dalam dan diluar adalah untuk kebaikan diri anda sendiri, dan setidaknya yang bisa kami lakukan adalah memberitahukannya kepada anda. Tidak cukup hanya untuk mengatakan: kami perlu menjelaskannya secara teratur. Oleh sebab itu kami menjelaskan dan mengajarkannya dimanapun, meski nampaknya ada beberapa orang yang dikarenakan keterbatasan bahasa tidak dapat memahaminya.

Dalam hal apapun tak masalah seberapa buruknya kita, kita telah mendapatkan sebuah tubuh manusia. Kita mendengarkan suara Dharma dan kata-kata “Tri Ratna”. Ini adalah jenis tubuh manusia yang telah kita capai. Dari waktu ke waktu Dharma masuk ke pikiran. Dari waktu ke waktu, Bodhicitta dan membantu orang lain hadir dalam pikiran kita. Akan ada perbedaan dalam bagaimana jelas, luas,dalam, atau tulusnya fokus kita, namun tidak ada banyak pemula yang dalam waktu singkat lengkap dan sempurna. Bahkan itupun tidak diperlukan. Jika kita dalam waktu singkat spontan sempurna, kita barangkali dengan segera menyelesaikan realisasi jalan dan mencapai tahap Kemahatahuan Buddha. Itu akan menjadi berpikir terlalu banyak untuk diri sendiri. Kita tidak seharusnya melakukan hal tersebut. Apa yang harus kita pikirkan adalah tentang berapa banyak batin kita yang dapat dimurnikan

Saya akan menjelaskan tentang ini di hari yang lain. Sewaktu kita melafalkan doa-doa,mulut dan pikiran kita harus bekerja sama. Jika kita mengatakan “Buddha” dengan mulut kita namun dalam hati telah diambil alih oleh iblis, itu tidaklah tepat. Ketika kita mengatakan kata “Buddha”, di dalam diri kita seharusnya berpikir tentang Buddha, bahkan jika semua yang kita ingat adalah seseorang duduk disana dengan “usnisha” di kepalanya dan semua tanda-tanda lainnya dari seorang Buddha, itu tidaklah salah.
Saat kita mengatakan “Dharma”, kita dapat berpikir dalam banyak cara. Hal ini seperti ketika kita berbicara tentang cinta kasih dan belas kasih; misalnya. Ketika kita masih kecil, kita tidak tahu apa-apa tentang cinta kasih dan belas kasih yang menjadi harapan bagi orang lain menjadi bahagia dan terbebas dari penderitaan – kita saat itu masih anak kecil.namun orang tua kita akan mengatakan cinta kasih dan belas kasih adalah penting, lalu kita mendapatkan pemikiran-pemikiran bahwa kenapa hal itu penting. Jika seseorang tertawa, kita akan berpikir, “oh, itulah cinta dan belas kasih.” Atau jika kita memberikan sebuah hadiah, kita akan berpikir, “ orang ini sungguh penyayang dan welas asih.” seseorang kadang merasakan hal tersebut. Jika setidaknya Anda dapat berpikir tentang hal tersebut, yang baik-baik saja, itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

 

Kata-kata seperti Buddha, Dharma, dan ibu semua makhluk meliputi seluruh ruang adalah kata yang paling mengagumkan dan mengesankan, kata-kata terbaik dari kata-kata baik yang digubah oleh para Lama dan Guru-Guru besar di masa lampau. Sangat mudah untuk mengulang kata-kata tersebut melalui mulut kita. Namun jika pikiran-pikiran internal menjadi buruk dan buruk serta kita duduk disana dengan bergelimpangan hal-hal negatif, ini benar-benar bertentangan. Kita tidak akan memperoleh apa-apa di Kagyu Monlam, kita akan mendapatkan Monlam negatif. Kita tidak akan mendapatkan kebajikan, kita akan duduk disini mengumpulkan hal-hal negatif. Tidak ada gunanya melakukan itu. Punyailah harapan diri yang lebih tinggi. Lebih yakinlah pada diri sendiri.Jangan menipu diri sendiri. Meski jikalau Anda tidak dapat benar-benar membantu makhluk lainnya, menurut saya adalah baik jika setidaknya tidak membodohi mereka. Adalah penting bagi Anda semua untuk menjaga ini di dalam pikiran.

Setiap orang memiliki jendela sendiri dalam dunia tampilannya.Ketika kita mengintip melalui jendela, masing-masing dari kita melihat dunia dengan caranya sendiri. Kita melihat gambaran atau filmnya sendiri. Oleh karena itu kita harus berlatih dalam cara yang sesuai dengan penampilan dan memeriksanya. Dikarenakan apa yang tampak tersebut tidak ajeg, kita harus merenungkan ketidak kekalan. Dikarenakan apa yang tampak tipuan, kita harus merenungkan pada bagaimana hal tersebut menyesatkan. Dalam penampilan relatif kita harus mampu untuk mengevaluasi apakah kita harus melakukan sesuatu atau tidak, jadi kita perlu tahu apa yang harus diambil dan apa yang harus dilepaskan. Untuk alasan ini, pelajari dan renungkanlah dengan tepat. Kemudian menindak lanjutinya. Itu sangat penting.

 

Di pagi hari, kita mengambil ikrar sojong Mahayana. Di masa lalu, ini adalah hal yang dilakukan oleh Para Bhiksu dan Bhiksuni, namun banyak yang lainnya juga mengikutinya. Mungkin akan baik bagi anda semua mengetahuinya, saat ini Anda telah mengambil ikrar sojong Mahayana, sila-sila apa yang Anda harus ikuti dari sekarang hingga matahari terbit esok harinya. Jangan hanya berpikir itu cuma masalah tidak makan malam saja! Jika Anda berpikir bahwa itu hanya tentang tidak makan malam dan tidak ada ikrar-ikrar lainnya, itu menjadi masalah. Ikrar-ikrar yang anda ikuti setelah saya [ucapkan] bukan sesuatu yang harus Anda pegang belaka. Jika Anda mengambil ikrar, Anda harus mengikuti silanya. Sangat penting untuk diikuti. Saya pikir akan baik jika saya menjelaskan tentang sila nanti. Adalah tidak baik bagi Anda yang tidak mengetahui tentang sila-sila yang dipegang. Jika dalam beberapa hari berikutnya saya mempunyai kesempatan untuk memberitahu Anda tentang tindakan-tindakan yang seharusnya anda jauhi dan tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan, saya akan menjelaskan [tentang sila] juga.

Hal ini dikarenakan dukungan dari donasi atas nama yang masih hidup dan para almarhum maka kita bisa menyelenggarakan Kagyu Monlam ini. Dukungan untuk Monlam tidak jatuh dari langit atau tumbuh dari tanah. Donasi dari sponsor atas nama yang masih hidup dan para Almarhum merupakan dukungan sumber utama. Kita mesti berpikir tentang donasi tersebut. Ini bukan hanya untuk para Bhiksu dan Bhiksuni – para perumah tangga juga harus berpikir tentang hal ini juga. Kita semua memakan roti Kagyu Monlam dan teh dari Kagyu Monlam. Apapun yang kita nikmati diberi oleh orang-orang yang masih hidup dimana matanya masih terbuka serta tubuhnya terbuat dari daging dan darah. Ini harus benar-benar selalu ada di benak kita. Terkadang sangat sulit bagi kita semua sebagai individu untuk menyimpan meski sepuluh atau dua pulu rupee [mata uang india]. Namun uang dalam jumlah besar dihabiskan untuk monlam tanpa berpikir panjang. Ini bukan untuk membuat rancangan Monlam yang terkenal atau popular. Ada dua alasan penting Monlam.

Alasan pertama mengadakan Monlam adalah dengan berkumpul di sini; di tempat suci Bodhgaya, dimana guru kita mencapai kesadaran penuh dan sempurna, kita dapat mengingat kebajikan-kebajikan guru kita. Seorang pemburu dapat membunuh banyak hewan dalam satu hari, dan beberapa daerah atau gunung hampir tidak ada hewan yang tersisa. Nelayan menggunakan perahu berteknologi canggih dan dapat menjaring dan menangkap puluhan ribu ikan dalam sekali jaring. Di banyak daerah, ikan dalam kepunahan. Ini juga sama dengan tukang jagal. Pada jaman dahulu, tukang jagal terbaik dapat membunuh mungkin seratus hewan dalam sehari. Saat ini, karena teknologi, mereka dapat membunuh ratusan makhluk dalam beberapa menit. Sifat melekat terhadap alam di bumi ini sudah sedemikian rupa sehingga bisa bertahan untuk waktu yang sangat lama, tapi tindakan negatif dan karma yang begitu kuat terdapat sebuah bahaya; kehidupan di bumi tidak akan berkelanjutan untuk waktu lebih lama lagi. Jika bumi hancur, tidak ada Dharma, tidak ada bumi, maupun yang tersisa lainnya. Kita perlu mempertimbangkan hal ini dengan hati-hati.

Beberapa orang mengatakan, Segala sesuatu adalah tidak kekal; semuanya berubah. Semua yang tersisa dari masa sebelumnya hanya tinggal reruntuhan.” Mereka mengatakan ini, itu dan banyak hal lainnya yang membuat suara mereka cukup bising. Mereka mungkin berpikir, mereka telah merealisasikan ketidak kekalan. Tapi ini tidak benar. Perubahan dari waktu dan perubahan dalam dunia adalah tidak sama. Waktu dapat berubah, dan ada sedikit yang tersisa dari masa sebelumnya selain reruntuhan, tapi kita masih bisa bercerita tentang jaman dulu. Kita masih menceritakan sejarahnya, mengatakan terjadi ini dan itu. Tetapi jika dunia itu sendiri hancur, siapakah yang menceritakan kisah kita? Siapa yang akan menceritakan sejarah dunia? Siapa yang akan tahu apa yang terjadi di masa lalu? Jika dunia hancur, kita akan kehilangan kesempatan kisah yang mungkin telah kita katakan.Bahkan nama-nama kitapun akan lenyap.

 

Hari ini terdapat banyak pembahasan tetang pemanasan global. Beberapa orang nampak tidak menanggapinya, beberapa orang dapat mengetahui dan memberikan perhatian. Namun, apakah kita tahu atau tidak, jika kita hanya melihat situasi fisik semata, bumi semakin hangat. Di Tibet, gletser purba mencair, dan tidak banyak lagi yang tersisa. Kita selalu berbicara tentang pegunungan salju Tibet, namun kini hanya ada karang-karang gelap, tidak ada lagi salju yang dilihat. Ketika semuanya musnah,akan ada sebuah bahaya besar bagi manusia dan semua makhluk di dunia yang hidup di tepi lautan. Berapa banyak manusia yang mati dalam tsunami beberapa waktu lalu? Adalah bukan tidak mungkin hal tersebut makin kuat dan makin mengerikan bisa terjadi di masa mendatang. Ketika hal tersebut terjadi, tidak akan dapat membantu untuk berkata, “ Apa yang kita lakukan?” kita telah memiliki peringatan bahwa ini akan terjadi. Kita semua mempunyai kesamaan keinginan untuk bahagia dan terbebas dari penderitaan. Mengetahui ada sebuah bahaya datang namun kita tetap berpaling adalah kesalahan. Itu kecerobohan dan kurangnya perhatian dan kesadaran. Kebanggaan egois kita dan perhatian untuk keinginan sendiri saja adalah seperti makanan beracun. Jika kita dapat mengembangkan pikiran altruistik kita,maka menurut pendapat saya berpartisipasi dalam Kagyu Monlam akan menjadi bermakna.