Event

Artikel Naga



Aspirasi-aspirasi Untuk Mengakhiri Kesulitan (Live Stream 20-27 Januari 2021)



Puja Amitabha (Online) | 27 Agustus – 02 September 2020



Doa Bersama dari Buku Kagyu Monlam 1-7 Mei 2020



Doa hari ke-7 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek,
Hari ini adalah hari ke 7 dan merupakan hari terakhir dari doa-doa untuk meredam pandemi. Hari ini kita akan melafalkan doa-doa dari Thang Tong Gyalpo yang menyelamatkan Sakya dari penyakit bersama mantra 6 suku kata dan mantra lainnya serta menenangkan ketidak serasian Para Mamo. Terdapat banyak mantra yang berbeda tetapi kita hari ini akan melafalkan yang akan membantu untuk pandemi saat ini.

Thang Tong Gyalpo adalah Siddha dari abad ke 14 yang terkenal. Suatu hari ada epidemi besar di vihara Agung Sakya dan tak ada sama sekali pengobatan medis, persembahan-persembahan atau ritual yang diusahakan dapat menolongnya. Dan ketika semua orang hampir meninggal, mereka memohon pertolongan Thang Tong Gyalpo. Beliau menulis doa ini dan epidemi dapat diredam, demikian sejarahnya.

Mengenai Memperbaiki ketidak serasian Para Mamo, dalam bahasa sansekerta Mamo disebut dengan Matri, salah satu jenis mahkluk halus. Tapi disini harus dipahami sebagai lingkungan alam yang muncul dalam bentuk sesosok dewi di dalam. Pada dasarnya,ini seperti kita membuat perbaikan-perbaikan bagi kesalahan-kesalahan kita untuk memperbaiki ketidak selarasan dan ketidak harmonisan kita dengan lingkungan alam.

Saya rasa doa-doa kita saat ini berjalan sangat baik dan menjangkau lebih dari sejuta orang serta setidaknya 200.000 orang telah menyaksikan sesi doa secara langsung dan berdoa bersama.

Banyak Rinpoche, bhiksuni, Vihara monastik di India, Nepal dan Bhutan ikut bergabung juga. Tiap orang berpartisipasi dalam doa secara sukarela tanpa diminta. Ini membuat saya memperbarui harapan dan kepercayan diri bahwa dunia akan berubah lebih baik.Terima kasih semuanya dari lubuk hatiku terdalam.

Saat ini, saya mengambil tugas baru untuk berbicara dalam 3 bahasa. Biasanya, ketika ada penerjemah, saya bisa lebih relaks. Tapi kali ini saya tidak ada penerjemah dan membuatnya sedikit kesulitan. Tapi saya berharap komunikasi saya langsung dalam beberapa bahasa dapat memberikan Anda pemahaman yang lebih baik dan merasakan koneksi secara pribadi pada diri saya.Khususnya, ini adalah pertama kalinya saya berbicara sedemikian banyak dalam bahasa inggris, dan meskipun bahasa inggris saya tidak lancar, saya berharap Anda bisa merasakan bahwa saya peduli.

Saat ini saya secara fisik di eropa. Jadi kesulitan yang dialami tiap orang tak hanya kata-kata belaka bagi saya. Saya mengalaminya bersama Anda dan Saya merasa ini adalah kesempatan khusus bagi saya. Tetap, saya tidak yakin akan tertular virus corona.

Eropa saat ini mulai bisa mengontrol epidemi. Saya juga berharap hal ini terjadi di Amerika juga segera. Tapi saya mempunyai perhatian sangat besar untuk Afrika, Amerika selatan, Asia dan lainnya. Terutama saya khawatir dengan India, yang seperti rumah kedua saya. Pemerintah pusat dan daerah telah berusaha sepenuhnya. Tapi populasi india sangatlah besar dan terdapat banyak kesulitan seperti penyediaan alat test yang memadai dan sebagainya. Meskipun mereka telah melakukan karantina jalan-jalan dan jam malam untuk membatasi penyebaran penyakit. Banyak pekerja yang bergantung pada upah harian hidup dan mengalami kesulitan yang mengerikan.Oleh sebab itu tolong berdoa untuk india dan lakukan apapun yang Anda bisa untuk membantu.

Saya juga meminta kepada Anda semua yang berada di wilayah himalaya untuk tidak main-main dengan penyakitnya. Ini adalah sangat krusial penting untuk mengikuti nasihat ilmiah dalam metode pencegahan penyebaran.

Saya juga memberikan perhatian besar pada komunitas Tibet di India, Nepal dan Bhutan juga warga Tibet yang tinggal di luar seperti di eropa, Amerika dan negara lainnya. Meskipun pengobatan barat belum bisa memberikan pengobatan pada penyakit ini, tapi beberapa dokter Tibet yang berpengalaman dapat memberikan pengobatan yang efektif. Namun, hal utama adalah untuk mencegah infeksi. Tali pelindung melingkari leher Anda atau pil terbekahi tidak akan menolong apapun jika Anda berdesakan dalam kumpulan banyak orang.

Anda bertanggung jawab dalam melindungi diri Anda sendiri yang tidak dapat Anda berikan pada obat dan tali pelindung.

Khususnya di masa ini ketika orang orang dalam ketakutan dan cemas, jika Anda dapat melakukan sedikit pelatihan Dharma, hal tersebut dapat menolong Anda menemukan kesejukan pikiran dan meningkatkan keyakinan.

Berikutnya kita akan melafalkan doa dan mantra bersama-sama. Terima kasih banyak.

Doa hari ke-6 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek…

Hari ini adalah hari ke-6 doa-doa untuk meredam pandemi.

Hari ini kita melafalkan doa Aspirasi untuk terlahir di Sukhavati gubahan Karma Cakme.
Di Tibet terdapat banyak doa yang berbeda beda untuk terlahir di Sukhavati. Beberapa diantaranya panjang dan beberapa yang lainnya pendek.Tapi yang paling dikenal orang adalah yang satu ini, gubahan Karma Cakme.

Tradisi Mahayana mengajarkan terdapat alam murni dan tidak murni. Tapi kita seharusnya tidak memahami yang murni dan tidak murni merujuk pada bentuk-bentuk luar. Sebaliknya kita harus berpikir bahwa hal tersebut merujuk pada sebab-sebab dan kondisi-kondisi halus yang menciptakan dunia tersebut.

Disebutkan disana, di alam tak murni seperti bumi ini terbentuk dari karma bersama dari makhuk-makhluk di dalamnya. Dan alam murni terbentuk dari Aspirasi Buddha. Di antara sekian banyak alam murni, Sukhavati adalah yang paling mudah untuk mengambil kelahiran kembali dengan manfaat-manfaat yang luar biasa. Jadi ia adalah yang paling terkenal.

Ilmuwan modern telah melakukan banyak riset dalam sistem tata surya kita, galaksi kita dan riset semesta yang tak terbatas. Mereka mencari planet lain yang mungkin bisa ditempati sama seperti bumi kita. Tapi kita mengabaikan planet kita yang berharga, bumi yang cantik ini, yang mempertahankan kita. Dan yang penuh dengan energi kehidupan.

Meskipun sejak revolusi industri hidup kita jadi lebih mudah dan fasilitas makin berkembang. Kita telah mencapai ini. Tapi menanami bumi untuk sumber daya dan yang kita telah menutupi sebagian besar darinya. Gedung-gedung dan jalan menyebabkan kehancuran besar dalam prosesnya. Kita menyeret pemanasan global, penggundulan hutan, mencairnya gletser, dan polusi sungai dan laut. Tiap hari ratusan spesies lenyap karena perbuatan manusia. Keserakahan kita tanpa batas. Sangat kuat, meskipun hingga meliputi seluruh bumi pun tak akan memuaskan.
Kita mengetahui tentang semua ini melalui berita-berita, kita mengetahuinya dari riset tapi ketika kita kepanasan kita menyalakan AC dan ketika kedinginan kita menyalakan pemanas. Kita selalu mencoba diri kita lebih nyaman dan hidup lebih menyenangkan. Bagi seorang individu kelihatan hal kecil, tapi kita tak pernah mempertimbangkan bagaimana beban yang besar yang kita buat untuk bumi, atau harga yang harus dibayarkan pada lingkungan.

Jika kita merasa sedikit tak nyaman, maka kita kecewa dan ingin mengubahnya. Tapi makhluk-makhluk lainnya secara terus-menerus menderita ribuan kali lebih menderita dan menyakitkan yang dikarenakan kerusakan lingkungan yang telah kita lakukan. Dan mereka tidak bisa melakukan apapun, tapi hanya menderita dan mati.

Oleh sebab itu kita harus melihat dari perspektif mereka. Dan berpikir keras sehingga pada akhirnya kita jadi lebih termotivasi dan lebih tulus dalam menjaga rumah kita bersama.

Kita harus mengenali seberapa tebalnya ketidak tahuan kita. Kita harus menghargai planet ini yang menyediakan landasan bagi kita untuk hidup dan kekayaan alam lingkungan. Kelangsungan hidup generasi kita dan generasi mendatang tergantung pada hal ini.

Kemarin adalah hari bumi. Sebenarnya, tiap menit kehidupan kita, tiap nafas yang kita ambil secara langsung berhubungan dengan planet kita. Maka tiap hari seharusnya hari bumi bagi kita. Mungkin hanya satu langkah kecil bahwa kita membutuhkan hari bumi untuk mengingatkan kita merayakannya.Ini menandakan kita umat manusia melupakan bagaimana kita.

Sekarang kita akan melafalkan Karma Cakme Aspirasi untuk terlahir di Sukhavati bersama-sama. Terima kasih banyak.

Doa hari ke-5 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek

Sangat sulit untuk mengatakan selamat pagi atau selamat siang dikarenakan perbedaan zona waktu. Lebih baik Saya ucapkan Tashi Delek….

Hari ini adalah hari ke-5 doa-doa untuk meredam pandemi.

Hari ini kita akan melafalkan dua doa yang sangat terkenal Guru Rinpoche. Guru Rinpoche atau Padmasambhava adalah seorang yang terpelajar dan Siddha dari tanah oddiyana.Yang datang ke Tibet pada akhir abad ke 8, saat di Tibet beliau menghalau semua halangan-halangan yang menghalangi Ajaran Dharma berkembang di Tibet.

Beliau adalah salah seorang figur utama dalam awal penegakkan ajaran Buddha di Tibet. Dan oleh karenanya Beliau bagaikan Buddha ke 2 bagi orang-orang Tibet. Orang-orang mengagumi dan menghormati beliau bagaikan Pahlawan berkekuatan super. Beliau mempunyai kekuatan yang luar biasa dan kesaktian yang hebat. Tak ada halangan yang dapat menghentikannya, tak ada kesulitan yang membuatnya mundur. Semenjak saya masih anak-anak, saya mempunyai keyakinan yang besar kepada Guru Rinpoche. Hingga saya berumur 8 tahun, satu satunya doa yang saya tahu, yaitu Doa 7 baris Guru Rinpoche. Kapanpun anggota keluarga maupun tetangga meminta saya untuk melafalkan doa, saya mengunakan Doa 7 baris untuk mereka.

Kini,selama masa pandemi,banyak orang mempunyai ketakutan yang luar biasa dan kecemasan. Itu adalah normal merasa cemas pada situasi seperti ini. Yang mana adalah pengalaman yang tidak pernah kita alami dalam hidup ini sebelumnya dan sangat sulit untuk mengetahui apa yang terjadi dimasa mendatang. Namun ketika bencana besar terjadi, adalah bahkan jauh lebih penting bagi kita untuk menenangkan pikiran kita. Sehingga kita bisa berpikir jernih dan membuat keputusan yang benar. Karena di krisis yang luar biasa seperti yang ini, banyak keputusan yang kita buat, bisa jadi masalah hidup dan mati. Pandemi berbeda dengan perang. Dalam perang kita punya pilihan untuk menyerah kepada musuh.Tetapi dalam pandemi ini anda tak mempunyai pilihan itu karena kita harus menang! Untuk memperoleh kemenangan dari pandemi,kita harus mempunyai tekad, pendirian, dan keyakinan yang kuat. Kita harus seperti Guru Rinpoche. Kita seharusnya mencari jalan keluar dari halangan. Kita harus mengadapinya. Kita gak boleh takut.

Ajaran pelatihan batin mengajarkan kita bahwa sakit dan kesulitan adalah guru spiritual. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan mengatasi halangan-halangan. Jika kita paham, seluruh masalah dan penderitaan kita akan memberikan kita suatu pelajaran dan halangan bisa menjadi teman kita.

Tapi saat ini kita tidak mempunyai cukup kekuatan dalam diri kita. Oleh sebab itu kita perlu berdoa kepada Guru Rinpoche. Karena di masa kemerosotan ini, berkah dari Guru Rinpoche dan kekuatan untuk membersihkan halangan adalah tak ada bandingannya. Oleh sebab itu kita sekarang akan melafalkan doa Guru Rinpoche bersama-sama. Terima kasih.

Doa hari ke-4 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek…
Hari ini adalah hari ke-4 doa-doa untuk meredam pandemi.

Hari ini kita akan melafalkan Penghormatan dan Pujian kepada 21 Tara. Praktik ini secara luar biasa tersebar luas di Tibet. Selama berabad-abad, seluruh masyarakat Tibet, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, telah melafalkannya baik di pagi hari maupun di malam hari. Kami mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Tara akan memberi pertolongan. Ibu saya, meskipun Beliau tidak bisa membaca, belajar dari mendengar dan melafalkannya tiap hari.

Tara adalah emanasi dari Chenrezig. Manifestasi aktivitas welas asih Beliau. Chenrezig adalah perwujudan dari welas asih semua Buddha. Ketika Beliau menampakkan diri dalam wujud seorang deiti wanita, kita lebih kuat merasakannya betapa secara alami seperti kasih sayang seorang ibu.

Saat ini, ketika seluruh dunia menghadapi penderitaan, memikirkan orang lain dengan kasih sayang adalah lebih penting daripada di waktu lainnya. Kita harus melawan corona dengan karuna(belas kasih). Jika seluruh negara dan umat manusia bersama-sama dan memikul tanggung jawab bersama, maka yakinlah kita akan segera terbebas dari masalah ini.

Tiap hari kita mendengar di berita dan media sosial; dari banyak situasi yang mengharukan kita. Pahlawan kita di garis depan, para dokter dan perawat, membuat pengorbanan yang luar biasa untuk berperang dengan pandemi. Demikian juga, jasa pengiriman, polisi, tentara, relawan, dan yang lainnya bekerja keras untuk keselamatan kita. Karena ini saya merasa, masalah kita bukan tentang hal tersebut; tidak terdapat cukup banyak orang yg mengasih di dunia. Bukan kita tak mempunyai welas asih, hal hanya disebabkan banyak orang tak mempunyai cukup keberanian dan kekurangan orang yang menginspirasi mereka. Mereka perlu mengetahui; seseorang seperti Tara ada disana untuk mendukung mereka, dan selalu dibelakang mereka.

Karenanya Kita perlu melakuan bagian kita, untuk saling menginspirasi, dan untuk saling menggibur. Inilah dasar dari kebahagiaan kemanusiaan.

Sedihnya, di beberapa tempat; pandemi ini digunakan sebagai alat untuk diskriminasi, menentang sekelompok orang tertentu. Sekelompok orang bukanlah kesatuan yang tunggal. Kelompok tersebut terdiri dari individu-individu manusia. Tak seorangpun, siapapun itu, ingin terinfeksi virus. Tak seorangpun ingin kesulitan ini.

Saat seperti ini, sangatlah penting untuk meletakkan diri kita ke dalam posisi orang lain, dan reflek.

Sekarang, kita akan melafalkan Penghormatan Tara bersama-sama. Jadi, tiap orang bisa mengikuti saya. Saya akan menggunakan melodi yang saya gubah. Terima kasih banyak.

Doa hari ke-3 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek…
Hari ini adalah hari ke-3 doa-doa untuk meredam pandemi.

Hari ini kita akan melafalkan sutra dari Dharani Aksobhya. Terdapat 2 sutra demikian, yang pertama adalah dalam Kangyur Tibetan, yang kedua adalah yang saya alih bahasakan dari bahasa Mandarin ke Tibet.
Disebutkan bahwa Aksobhya adalah yang paling efektif untuk memurnikan halangan-halangan karma. Hal ini berhubungan dengan aspirasi-aspirasi spesifik beliau. Ketika beliau pertama-tama membangkitkan Bodhicitta, beliau membuat komitmen hingga Saya tercerahkan pada Kebuddhaan; saya tidak akan merasa benci atau dengki pada makhluk. Inilah alasannya Beliau dinamai Aksobhya (Yang Tak Tergoyahkan).

Hari ini kata karma terkenal di seluruh dunia. Tapi semata mata hanya memahami kata katanya tidak berarti bahwa kita mengerti karma.
Hal ini disebabkan karma sebab dan akibat adalah berhubungan dengan bahkan dengan kesalahan terkecil yang kita miliki dan tindakan yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Bila kita tak pernah memeriksa kesalahan dan tindakan kita dan lalu efek efeknya melalui pengalaman-pengalaman kita, maka tak ada cara kita bisa pahami cara bekerjanya karma.

Pandemi saat ini mengirim pesan yang jelas bahwa karma bukan hanya teori semata; alih alih ia berhubungan dengan apa yang telah kita pilih untuk dilakukan dan apa yang kita pilih tidak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Kita cenderung mencurahkan perhatian pada hasil tapi tidak memberikan perhatian yang sama pada penyebab-penyebab kondisi dan motivasi yang membawa pada situasi tertentu.

Contohnya, bila kita tidak berpikir tentang pentingnya mencuci tangan kita,melakukan pembatasan sosial dan lain sebagainya, untuk mencegah penularan virus; hanya berkeinginan tak mau jatuh sakit, tidak akan membantu kita sama sekali.

Dengan cara yang sama, jika seseorang terkena virus ini, mereka bisa menyebarkan ke yang lain. Jadi kita harus mengambil tanggung jawab; tapi bukan hanya untuk kesehatan dan kebahagiaan kita sendiri, kita juga harus mengambil tanggung jawab untuk kesehatan dan kebahagiaan tiap-tiap orang lainnya. Ini adalah point krusialnya.

Beberapa orang mengunakan karma sebagai alasan, mereka hanya menyalahkan segalanya pada karma; sebagai nasib mereka.

Karma bukan berarti bahwa kita tidak bisa meningkatkan diri kita atau bergerak maju. Sebenarnya arti dari karma sebab dan akibat adalah kita bisa jadi lebih percaya diri dan lebih antusias tentang mengambil tanggung jawab demi manfaat diri sendiri dan orang lain.

Sekarang kita akan melafalkan 2 Sutra. Bagi Anda semua yang tidak berbicara bahasa Tibet bisa melafalkannya dalam bahasa Anda sendiri. Tidak harus bersama sama dengan saya. Jika saya terlalu pelan melafalkannya; bagi yang bisa berbahasa Tibet akan mengantuk.

Doa hari ke-2 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)



Tashi delek semuanya…
Hari ini adalah hari ke-2 doa-doa untuk meredam pandemi.

Doa yang akan kita lafalkan pada hari ini adalah Aspirasi Mulia atas Perilaku Unggul dan Sutra dalam Tiga Bagian. Doa ini mengajarkan 2 point utama dari Jalur  Bodhisatva; penghimpunan akumulasi jasa kebajikan dan purifikasi  halangan halangan.

Jadi kedua hal ini sangatlah krusial bagi Bodhisatva. Jenis pandemi ini telah membawa perubahan besar yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Hanya dalam beberapa bulan saja telah menjadikan lebih dari 2 juta kasus yang terkonfirmasi dan lebih dari 160.000 orang telah meninggal. Juga telah terjadi perubahan besar dalam cara hidup kita. Kita tidak bisa lagi bergerak bebas, kita tidak bisa bertemu dengan orang orang yang kita cintai, hilangnya perekonomian dan pekerjaan sangat besar. Kita hampir tidak berani memikirkan seluruhnya dengan terperinci.
Kita akan menghadapi tantangan ini, ini bisa menjadi sebuah alarm yang membangunkan kita untuk  menganalisa diri lebih mendalam lagi.

Pandemi ini tidak semata mata jatuh dari langit. Cara ia mulai dan menyebar secara kuat berhubungan dengan tindakan manusia. Berdasarkan berbagai sumber, virus ini berhubungan dari pasar satwa / pasar basah.Di beberapa kasus, manusia tidak ada perhatian terhadap kebebasan dan kehidupan dari binatang. Dan konsekuensi negatif dari hal tersebut,sekarang berkembang dalam diri kita. Pembatasan perjalanan saat ini telah sebenarnya bagus untuk lingkungan
Kita menciptakan dampak yang kecil bagi lingkungan dan di atmosfer menjadi lebih sedikit terpolusi. Banyak satwa terlihat di banyak kota tanpa rasa takut. Efek inilah yang tidak bisa abaikan.

Kita sekarang telah memiliki pengalaman dalam melihat, seberapa banyak kekerasan dan kehancuran yang telah kita sebabkan pada lingkungan dan kehidupan liar.

Point dari penghimpunan akumulasi dan purifikasi halangan halangan adalah untuk melihat kualitas bagus apa saja yang kita punyai dan kelemahan kita. Untuk meningkatkan kualitas baik kita dan mengurangi kelemahan kita.
Tapi bila namaskara dan penyesalan kita hanyalah ritual belaka atau hanya untuk pertunjukan semata maka kita kehilangan pointnya.

Saat ini kita akan melafalkan Aspirasi Mulia atas Perilaku Unggul dan Sutra dalam Tiga Bagian bersama-sama.