Doa hari ke-4 (Seven day Prayers For A Time of Pandemic)

Tashi delek…
Hari ini adalah hari ke-4 doa-doa untuk meredam pandemi.

Hari ini kita akan melafalkan Penghormatan dan Pujian kepada 21 Tara. Praktik ini secara luar biasa tersebar luas di Tibet. Selama berabad-abad, seluruh masyarakat Tibet, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, telah melafalkannya baik di pagi hari maupun di malam hari. Kami mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Tara akan memberi pertolongan. Ibu saya, meskipun Beliau tidak bisa membaca, belajar dari mendengar dan melafalkannya tiap hari.

Tara adalah emanasi dari Chenrezig. Manifestasi aktivitas welas asih Beliau. Chenrezig adalah perwujudan dari welas asih semua Buddha. Ketika Beliau menampakkan diri dalam wujud seorang deiti wanita, kita lebih kuat merasakannya betapa secara alami seperti kasih sayang seorang ibu.

Saat ini, ketika seluruh dunia menghadapi penderitaan, memikirkan orang lain dengan kasih sayang adalah lebih penting daripada di waktu lainnya. Kita harus melawan corona dengan karuna(belas kasih). Jika seluruh negara dan umat manusia bersama-sama dan memikul tanggung jawab bersama, maka yakinlah kita akan segera terbebas dari masalah ini.

Tiap hari kita mendengar di berita dan media sosial; dari banyak situasi yang mengharukan kita. Pahlawan kita di garis depan, para dokter dan perawat, membuat pengorbanan yang luar biasa untuk berperang dengan pandemi. Demikian juga, jasa pengiriman, polisi, tentara, relawan, dan yang lainnya bekerja keras untuk keselamatan kita. Karena ini saya merasa, masalah kita bukan tentang hal tersebut; tidak terdapat cukup banyak orang yg mengasih di dunia. Bukan kita tak mempunyai welas asih, hal hanya disebabkan banyak orang tak mempunyai cukup keberanian dan kekurangan orang yang menginspirasi mereka. Mereka perlu mengetahui; seseorang seperti Tara ada disana untuk mendukung mereka, dan selalu dibelakang mereka.

Karenanya Kita perlu melakuan bagian kita, untuk saling menginspirasi, dan untuk saling menggibur. Inilah dasar dari kebahagiaan kemanusiaan.

Sedihnya, di beberapa tempat; pandemi ini digunakan sebagai alat untuk diskriminasi, menentang sekelompok orang tertentu. Sekelompok orang bukanlah kesatuan yang tunggal. Kelompok tersebut terdiri dari individu-individu manusia. Tak seorangpun, siapapun itu, ingin terinfeksi virus. Tak seorangpun ingin kesulitan ini.

Saat seperti ini, sangatlah penting untuk meletakkan diri kita ke dalam posisi orang lain, dan reflek.

Sekarang, kita akan melafalkan Penghormatan Tara bersama-sama. Jadi, tiap orang bisa mengikuti saya. Saya akan menggunakan melodi yang saya gubah. Terima kasih banyak.

Category : Event

Comments are closed.